Kalau ada gempa di sumatra, java, sulawesi, irian, kayanya udah “sehari-hari”. Tapi gempa di kalimantan?? Rasanya hampir engga pernah dengar. Bahkan para seismolog pun berpendapat Kalimantan merupakan pulau teraman dari gempa di Indonesia.

Namun tanggal 24 Agustus, warga Kalimantan dikejutkan oleh gempa. Kepanikan cukup meruak, sebagaimana dilaporkan di beberapa berita, seperti:

http://www.kalselprov.go.id/berita/gempa-58-sr-goyang-kalimantan

http://www.politikindonesia.com/index.php?k=nusantara&i=25589-Gempa%204,4%20SR%20Membuat%20Getar%20Kalimantan%20Barat

 

http://www.tribunnews.com/2011/08/25/warga-pontang-panting-gempa-susulan-singkawang-lebih-besar

Walaupun tidak ada laporan korban jiwa, namun ada laporan kerusakan bangunan.

Saat pertama meluncur ke USGS, informasi gempa tanggal 23 Agustus terjadi di Minahasa, sebalah barat Sulawesi, yang berbatasan langsung dengan Kalimantan. Maka yang pertama terlintas di kepala “gempanya di pesisir sulawesi namun terasa hingga Kalimantan”. Hanya saja M4.8 rasanya sedikit terlalu kecil untuk menimbulkan kepanikan yang sedemikian rupa hingga ke Kalimantan bagian Barat.

Maka tatkala membuka BMKG, terlihat adanya 3 gempa yang terjadi berturut-turut di Singkawang, sebelah barat kalimantan. Gempa pertama M4.4 pada kedalaman 37 km, lalu M4.6 pada kedalaman 10 km, lalu M3.6 pada kedalaman 83 km. Gempa pertama pada kedalaman 37 km mungkin hanya dirasakan segelintir orang yang memang sangat sensitif getaran. Gempa kedua pada kedalaman 10 km termasuk dangkal dengan kekuatan M4.6 ini cukup mampu menggoyang bumi pontianak dan memberikan oleh-oleh rekahan, serta gedung yang sedikit rekah. Sedangkan Gempa yang terakhir mungkin tidak terasa sama sekali.

Gempa Kalimantan (merah, sumber: BMKG) dan Gempa Minahasa (kuning, sumber: USGS). Keduanya terjadi pada 24 Agustus 2011

Gempa Kalimantan (merah, sumber: BMKG) dan Gempa Minahasa (kuning, sumber: USGS). Keduanya terjadi pada 24 Agustus 2011

Walaupun tidak berbatasan langsung dengan zona subduksi, juga tidak dikenal patahan yang aktif di Kalimantan, namun bukan berarti daerah ini sepenuhnya terbebas dari gempa. Frekuensinya sangat jarang, dan bisa jadi patahan yang ada tidak terlalu aktif, sehingga membuat warganya lengah.

Dari kejadian ini kita belajar bahwa dimana pun berada, kita berada di atas bumi yang aktif. Kita yang bermukin di atasnya perlu lebih memahaminya, membangun konstruksi yang mampu senada dengan dinamika alam, serta mempersiapkan diri apa yang perlu dilakukan jika terjadi gempa.