Melengkapi kronologis gempa Miyagi 11 Maret 2011 (M8.8), berikut catatan dari Kang Adit, yang kemarin bersama-sama mengiktui workshop di AORI-Todai.

Kronologis gempa Miyagi Ken 2011

By Aditya Gusman in FB

Hari ini adalah hari terakhir workshop di University of Tokyo yang membahas mengenai salah satunya gempa dan tsunami tahun 2004 di Aceh. Pesertanya berasal dari Indonesia (LIPI, BAKOSURTANAL, BPPT, PPGL), Jepang, Prancis, Amerika, dan Jerman. Saat itu sekitar jam 14.46 baru saja selesai presentasi dari pak Nugroho (LIPI) dan akan diteruskan oleh Bang Iyung (BAKOSURTANAL).  Tiba2 gempa terjadi, berikut kronologisnya.

14:46 – 14:47 Goncangan horizontal mulai terasa, lampu-lampu bergoyang. Leonard Seeber (Lamont-Doherty Earth Observatory, NY) bilang kalau dia merasakan gempa, tak lama setelah itu yang lainpun meng-iya-kan. Semua masih tetap tenang di ruangan, karena gempa adalah hal biasa di Jepang. Apalagi bangunan di sini sudah didesain tahan gempa, rasanya semua yang ada di dalam tidak terlalu panik.

14:47 – 14:47:30 saya bilang ke yang lain kalau kok cukup lama ya goncangannya. Pak Haryadi dari LIPI langsung nanya udah berapa lama Dit goncangannya? Setelah itu baru saya perhatiin baik2 jam tangan (Jam tangan menunjukkan 14:47:30)

14:47:30 “mungkin udah 2 menit kali pak” jawab saya ke pa Haryadi.

14:47:45 Bang Iyung menyarankan kita semua keluar. Tapi semua masih tenang di dalam ruangan.

14:48 – 14:49 goncangan besar mulai terasa (mungkin surface wave mulai sampai). Meja dan korsi mulai bergeser. Kenji Hirata (JAMSTEC, Jepang):”gempa ini besar! Kita perlu keluar gedung”. Setelah itu semua orang keluar. Kami berada di lantai 2 dan tidak terlalu jauh dari pintu keluar.

Gempa biasanya di awali dengan goncangan tidak terlalu kuat,menandai telah tibanya P wave dan kemudian S wave (body waves). Disusul oleh goncangan yang hebat, menandai telah tibanya surface wave.

14:49 – 14:49:30 perjalanan keluar…, agak ragu juga untuk menggunakan tangga, karena goncangan masih cukup besar, meskipun goncangan terbesarnya sudah lewat. Tapi akhirnya kami lewati juga.

Jalan cepat ke pintu keluar.

Di jalan Chris Goldfinger bertanya, “udah berapa lama?” Saya lihat jam tangan (14:49:30). “Hmm mungkin 4 menit” jawab saya.

14:50 hampir semua peserta workshop sudah berada diluar gedung.

14:51 goncangan besar mulai mereda

14:52 masih terasa goncangan. “Goncangan ini terlalu lama” kata Chris. “Iya nih sekitar 6 menit!”, jawabku. Chris coba membandingkan dengan lama goncangan di Aceh. Mungkin lamanya goncangan hampir sama dengan yang di Aceh. Apakah  ini berarti gempanya sama besar? (bertanya dalam hati)

Berdasarkan televisi jepang besarnya gempa adalah M8.8. sedangkan menurut USGS besarnya adalah MW 8.9. sebagai catatan gempa di Aceh mencapai Mw 9.2. jadi gempa sendai ini masih lebih kecil dari pada gempa Aceh.

14:53 goncangan sudah sangat pelan.

14:53-15:22 Ngobrol2 diluar gedung. Kenji Hirata menunjukkan siaran televisi melalui telepon genggamnya kalau sudah ada tsunami warning untuk pantai timur jepang. tsunami tinggi di prediksi di Miyako, Kamaishi, Ofunato dan sekitarnya.

15:25 goncangan besar terasa lagi, sangat singkat, tapi terasa sangat hebat, lebih hebat dari yang pertama, hanya saja lebih singkat.

Setelah liat data aftershock, sepertinya gempa pada waktu ini adalah gempa Mw 7.1 yang bepusat di outer-rise.  Kalau memang benar, goncangan gempa INTERplate dan gempa INTRAplate memang berbeda.