Bulan ini, seorang mahasiswa master tahun pertama dari University of Bristol (UOB)- United Kingdom, datang untuk program exchange selama 6 minggu. Nama panggilannya Dan. Hari ini Dan melakukan presentasi mengenai UOB, dan waw! Program masternya 1 tahun, dengan core unit 3 unit, diajarkan dalam 5 minggu, masing-masing 15 kelas, artinya seminggu 3 kali untuk masing-masing unit. Sesudah 5 minggu padat ini, dia melakukan project, yang bisa diartikan tesisnya, juga melakukan studi trip ke guatemala. Projectnya dia pilih mengenai Gunung Ontake di Jepang, dan itu sebabnya sekarang dia berada disini.

Yang membuatkan amazing adalah bahwa Dan mengambil Science of Natural Disaster, sama dengan aku, tapi aku 2 tahun -yang akhirnya terselesaikan 3 tahun, include 6 bulan exchange- dan ketiga core unit itu aku ambil selama 2 semester. Hal ini -somehow- membuatku berpikir bahwa sebenernya aku ini mahasiswa liburan – artinya, ya kuliahnya itu tidak padat. Hal ini juga yang membuatku bisa kuliah sembari punya anak. Jika aku mengambil program master seperti di Bristol sana, kayanya `muri` deh sambil ngurus anak.

Tapi aku berpikir juga, mereka itu 3 tahun bachelor. master 1 tahun. Untuk Phd, bisa melalui master, bisa juga tanpa melalui master. Artinya, dalam 6 tahun mereka sudah bisa selesai phd, katakanlah pada usia 24-25. Bachelor 3 tahun sendiri saja sudah mengefektifkan waktu, dan orang memiliki waktu lebih banyak yang berkarya di dunia kerja. Hmmm..

Salah satu core unit yang diambil pun adalah Scientific Communication. Mahasiswa harus mampu menyampaikan hasil karyanya pada publik, bukan hanya dunia akademisi saja. Jadi selain report tesis di jurnal seperti Nature, Science, juga harus mampu mempublikasikan di Koran, TV dan sebagainya.

Singkat dulu ulasannya..